Sunday, May 11th, 2014...3:07 pm

APTISI Tandatangani Letter of Intent dengan Tiga Universitas di Eropa

Jump to Comments

Agenda internasionalisasi pendidikan tidak hanya menjadi prioritas bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Di negara-negara Eropa seperti Belanda, internasionalisasi tetap ditempatkan sebagai salah satu strategi utama pendidikan tinggi untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Demikian disampaikan Directeur Academie voor Technology, Innovation & Society, A. de Jager, dalam paparan saat menerima kunjungan kerja delegasi APTISI ke The Hague University, Den Haag, Belanda, Jumat, (9/5). “Kebijakan internasionalisasi di The Hague University telah berhasil memperluas pengetahuan dan pengalaman mahasiswa serta membekali mereka dengan kemampuan bersaing di level global,” ungkapnya.

De Jager menambahkan, The Hague University saat ini menjadi perguruan tinggi di Belanda dengan profil mahasiswa internasional yang paling beragam. “Kami memiliki lebih dari 2.000 mahasiswa internasional yang berasal dari 175 negara,” paparnya.

Kunjungan kerja APTISI ke The Hague University tersebut dihadiri oleh 32 delegasi yang terdiri atas Rektor Universitas Islam Bandung, Dr. dr. M. Thaufiq S. Boesoirie, M.S., Sp. THT-KL (K), Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr. Rogatianus Maryatmo, M.A., Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Masyitoh Chusnan, Rektor Universitas Suryakancana, Prof. Dr. H. Dwidja Priatno, SH, MM, Sp.N. serta sejumlah Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, dan dipimpin oleh Ketua Umum APTISI, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung penandatanganan Letter of Intent (LoI) pengembangan kerjasama strategis antara APTISI dan The Hague University.

Dalam sambutannya, Prof. Edy mendorong seluruh PTS di Indonesia untuk melakukan akselerasi internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kerjasama strategis dengan perguruan tinggi luar negeri. “Dengan tujuan membuka pintu masuk internasionalisasi bagi PTS itulah, maka pada hari ini APTISI menandatangani LoI dengan The Hague University,” ungkap Edy yang juga merupakan Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII).

Penandatanganan LoI dengan The Hague University tersebut merupakan kelanjutan dari agenda kunjungan kerja APTISI ke Eropa sejak sepekan yang lalu, di mana pada kesempatan yang sama telah dilakukan penandatanganan LoI antara APTISI dengan dua universitas lain seperti Universite Catholique de Lille, Perancis (Senin, 5/5), dan Saxion University of Applied Sciences, Belanda (Kamis, 8/5).

Sementara itu, Presiden Saxion University of Applied Sciences, Wim Boomkamp, dalam acara penandatangan LoI antara APTISI dengan Saxion University, Enschede, Belanda, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kerja APTISI. “Kunjungan ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Saxion University selama ini telah menjalin kerjasama dengan beberapa PTS seperti Universitas Islam Indonesia, Universitas Kristen Petra, dan beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Kunjungan kerja APTISI ke Eropa tersebut diakhiri dengan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda, yang diterima oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Bambang Hari Wibisono, Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hari menyampaikan komitmen KBRI Den Haag untuk memfasilitasi pengembangan kerjasama antara PTS Indonesia dengan perguruan tinggi di Belanda.

Comments are closed.